Solid state drive adalah media penyimpanan data (storage) yang menggunakan solid state memory untuk penyimpanan datanya. Berbeda dengan hard disk yang menggunakan platter magnetis yang berputar, SSD menggunakan semikonduktor. Solid disk drive dapat menggantikan hard disk drive tradisional, sehingga sering disebut solid state disk drive atau solid state disk, meskipun secara teknis bukanlah sebuah disk. Bentuk dan dimensi SSD juga sama dengan hard drive, sehingga dapat diletakkan pada slot standar yang terdapat dalam komputer. SSD juga menggunakan interface SATA atau IDE yang sama dengan hard disk, sehingga fungsionalitasnya pun sama.
Fenomena yang terjadi pada SSD yang terinstall Sistem Operasi windows 2000 lebih cepat performanya karena tidak adanya aplikasi yang berjalan secara background, sedangkan Sistem Operasi Windows Vista kurang begitu maksimal performanya karena desain Windows vista tidak dibuat untuk mengoptimalkan kinerja flash memory SSD. Sehingga para produsen SSD harus dapat menyediakan internal controler teknologi agar compatible dengan vista. Sedangkan untuk mac OS X lebih cepat dibandingkan vista karena sama seperti wondows 2000, tidak ada program yang berjalan secara background.
Dari sisi arsitektur, SSD dapat digolongkan menjadi dua, yaitu berbasis flash dan berbasis DRAM
a. SSD Berbasis Flash
Data dalam SSD berbasis flash biasanya disimpan dalam sel memori pada chip. Dalam kelompok ini ada dua macam jenis sel memori yang umum digunakan, yaitu jenis MLC (Multi Level Cell) dan SLC (Single Level Cell).
SSD jenis MLC biasanya lebih murah dibandingkan dengan yang berbasis SLC. Hal ini disebabkan MLC menyimpan data sebesar 3 bit atau lebih setiap selnya, sedangkan untuk SLC hanya 1 bit saja, sehingga biaya per giga byte-nya menjadi lebih rendah.
Sedangkan SSD jenis SLC berharga lebih mahal,namun tipe ini memiliki kelebihan tersendiri jika dibandingkan dengan jenis MLC, yaitu kecepatan transfer data yang lebih tinggi, konsumsi daya yang lebih rendah dan daya tahan sel memori yang lebih lama. Salah satu penyebab mahalnya harga SLC ini adalah ongkos pembuatan yang lebih tinggi per giga byte-nya mengingat SSD jenis SLC hanya mampu menyimpan data dengan jumlah yang lebih sedikit per selnya.
b. SSD Berbasis DRAM
SSD dengan teknologi ini memiliki kecepatan akses data yang sangat tinggi (umumnya kurang dari 1 mili detik). Perangkat ini biasanya dilengkapi dengan baterai internal dan sistem penyimpanan data cadangan untuk memastikan tetap adanya data dalam SSD saat komputer dimatikan atau mati mendadak. Dalam kondisi ini, baterai dalam SSD akan memasok daya bagi rangkaian sel untuk menyalin semua informasi dari DRAM ke perangkat penyimpanan cadangan. Saat komputer dinyalakan lagi, semua informasi ini akan dikembalikan lagi ke DRAM.
Perbandingan SSD dengan HDD
* Kapasitas :
- SSD: baru ada yang sampai 416 GB.
- HDD: udah ada yang sampai 2 TB.
HDD menggunakan banyak piringan magnetik yang terdiri dari track, sector dan silinder sehingga bisa menampung lebih banyak. Sedangkan dalam SSD, kapasitas ditentukan oleh kepadatan transistor yang digunakan.
* Access Time :
- SSD : dibawah 0.1 milliseconds.
- HDD : 4.27 milliseconds.
HDD menerapkan Random Access Method untuk mengakses track/sector yang diinginkan, kemudian dilanjutkan Sequential Access Method untuk mengakses data yang diinginkan secara berurutan. Kalau SSD hanya menerapkan Random Access Method, sehingga dapat mengakses data yang diinginkan secara langsung, tanpa mesti menempuh data2 yang lainnya. Kalau Access Time lebih cepat, performa komputer juga akan jadi lebih cepat. (Storage juga berpengaruh ke performa, bukan hanya processor dan RAM saja)
* Konsumsi Energi :
* Konsumsi Energi :
- SSD : 2.5 Watts power draw, 22 kWh per tahun.
- HDD : 15 Watts power draw, 130 kWh per tahun.
HDD butuh lebih banyak energi untuk start up dan memutar piringan magnetiknya serta menggerakkan read/write head. Beda dengan SSD yang tidak membutuhkan energi untuk menggerakkan komponennya. Konsumsi energi ini juga berpengaruh terhadap panas yang dihasilkan yang nantinya juga bakal pengaruh terhadap ketahanan komponen.
* Ketahanan :
* Ketahanan :
- SSD : lebih tahan banting terhadap guncangan serta temperatur ekstrim, lebih panjang umur.
- HDD : lebih rentan terhadap guncangan, dan umurnya lebih pendek.
- HDD : lebih rentan terhadap guncangan, dan umurnya lebih pendek.
HDD lebih rentan terhadap guncangan karena menggunakan magnetic disk, dan umurnya lebih pendek karena mekanismenya yang butuh menggerakkan komponennya (memutar piringan, dll). SSD lebih tahan banting karena menggunakan semikonduktor. Mengenai umur, hal ini juga dipengaruhi oleh mekanismenya yang cenderung ‘tidak banyak gerak’. Karena ketahanannya ini, SSD mulai dipakai untuk komputer peralatan militer.
* Harga :
* Harga :
- SSD : masih mahal.
- HDD : sangat terjangkau.
Teknologi semikonduktor memang butuh biaya lebih besar, lihat saja harga-harga RAM. Selain itu, perusahaan yang memproduksi SSD juga masih sedikit, antara lain: Samsung, SanDisk, Curtis, itupun belum diproduksi besar-besaran.
SUMBER



Tidak ada komentar:
Posting Komentar